Berita Foto : Spanduk Kereta Khusus Perempuan di Stasion Pasar Minggu
Jumat, 20 Agustus 2010 02:43

(Sumber : Bandungbaratonline.com/2010)
Spanduk bertuliskan kereta api khusus perempuan di stasion Pasar Minggu (19/08/10) sudah satu hari ini diberlakukan di KRL Jurusan Jabodetabek. KRL Jabotdetabek menyediakan gerbong khusus perempuan di gerbong pertama dan gerbong terakhir dari rangkaian KRL Jabodetabek. Namun, berdasarkan pantauan BBOnline masih banyak penumpang laki-laki yang masuk di dalam gerbong perempuan karena banyaknya penumpang. Akankah peraturan ini berjalan seterusnya ? (BBO/ACS).
Facebook
Pemkab Bantah Rekayasa Anggaran
Kamis, 19 Agustus 2010 11:59
BATUJAJAR,(GM)-
Pemkab Bandung Barat membantah tudingan telah terjadi rekayasa APBD 2010 sebesar Rp 120 miliar. Pengesahan APBD KBB 2010 sudah berdasarkan mekanisme berlaku, termasuk proses evaluasi dari provinsi (gubernur).
Demikian ditegaskan Kepala Dinas Pendapatan, Pengelolaan, dan Keuangan Aset Daerah (DPPKAD) KBB, Agustina Piryanti kepada "GM" di Batujajar, Rabu (18/8). Menurutnya, selisih Rp 120 miliar antara hasil risalah rapat Badan Anggaran (Bangar) DPRD KBB dengan APBD yang sudah dibuat peraturan daerah (perda), dikarenakan adanya pos anggaran yang belum dimasukkan.
"Perubahan tersebut telah disampaikan dalam evaluasi gubernur, yang kembali diserahkan ke Pemkab Bandung Barat. Misalnya di pos pendapatan, pajak bagi hasil penjualan, pajak cukai tembakau, bagi hasil dari provinsi, dll., belum masuk. Maka dari itu terdapat selisih Rp 21 miliar, karena hasil Bangar DPRD angkanya Rp 811.960.895.933. Namun di Perda APBD naik menjadi Rp 823. 468.266.743. Perlu diingat pula, APBD itu tidak kaku tapi fleksibel. 'Kan ada klausul yang mengatakan apabila ditemukan kekeliruan di kemudian hari, bisa diperbaiki seperlunya," paparnya.
Diungkapkannya, data anggaran yang menjadi berita di sejumlah media cetak merupakan hasil rapat pertama. Padahal setelah itu bangar beberapa kali melakukan revisi, sehingga data yang dijadikan pembanding tidak akurat.
Lebih jauh Agustin menjelaskan, proses pengesahan APBD KBB melalui evaluasi dan revisi, sehingga tidak mungkin ada kesengajaan manipulasi data. Pemkab Bandung Barat mengajukan ke provinsi pada 3 Januari 2010 dan dievaluasi sekitar 15 hari berikutnya. Selanjutnya direvisi kembali oleh Pemkab Bandung Barat pada akhir Januari.
"Hal-hal itulah yang melatarbelakangi kenapa anggaran 2010 baru dapat digunakan awal Februari 2010, karena memang harus menunggu evaluasi dan revisi," tandasnya.
Sementara itu, menyangkut tuduhan telah terjadi mark-up dana hibah/bantuan sosial untuk KNPI KBB, juga dibantah Agustin. Seperti diberitakan sebelumnya dalam rapat bangar dengan Tim Anggaran Pemerintah daerah (TAPD), disepakati anggaran untuk KNPI sebesar Rp 305 juta, namun setelah dibuatkan perda naik menjadi Rp 500 juta.
"Dana Rp 500 juta yang disahkan dalam APBD itu anggaran bagi KNPI dan ormas/OKP lain selain KNPI yang dijadikan satu. Sehingga tidak berdasar jika ada tuduhan mark-up. Begitu pun dengan belanja tidak langsung, untuk tahun ini pos belanja tidak langsung yang biasanya dilakukan masing-masing bidang dialihkan oleh sekretaris dinas. Sebab itu ada pos-pos yang sebelumnya dipisah, sekarang jadi digabung sehingga angkanya jadi lebih besar," tuturnya.
Seperti diberitakan, dalam pembahasan RAPBD yang tertuang pada rapat antara Bangar DPRD KBB dengan TAPD, total pendapatan disepakati sebesar Rp 811.960. 895.933. Namun setelah dievaluasi gubernur dan dibuatkan perdanya naik menjadi Rp 823.468.266.743. Begitu pun dari sisi belanja yang dalam pembahasan diputuskan sebesar Rp 907.125.260.135, namun dalam perda APBD naik menjadi 991.421.526. 860.
Temuan perbedaan anggaran tersebut sudah dibahas tujuh orang anggota Bangar DPRD KBB, yaitu Samsul Maarif dari F-PPP, Supriyadi dari Fraksi Partai Demokrat, Asep Hendra Maulana (Fraksi Demokrat), Sigit Pramono (Fraksi Madani/Hanura), Asep Dedi Darmanto (F-Gerindra), Rachmat Mulyana (F-PDI Perjuangan), dan Bagja Setiawan (Fraksi PKS). Pertemuan terbatas dilaksanakan Jumat (13/8). (B.104)** (Sumber : www.klik-galamedia.com)
Facebook